Postingan

Menampilkan postingan dengan label just share

Dear my role model...

Februari, 2020 Ibu  K ota 30 o "Jangan meyerah, karena setiap doa akan dijabah" ikhlas, ikhlas, ikhlas -ibu- Maaf, maaf dan maaf... untuk ego yang hingga kini belum bisa teredam, idealisme yang masih kental dan banyak hal yang belum dapat membuat senyuman. Terimakasih, terimakasih dan terimakasih... telah menjadi sosok kuat yang selalu ada hingga kini, sosok yang selalu demokratis atas segala pilihan hidup yang telah kami pilih, sosok yang selalu hangat dan sabar.. Semoga kelak hati kaka bisa menjadi selapang dan sebaik ibu♥

Dingin ..

Malang, 19 o 23.00 Malang sedang dingin-dinginya dan masih dengan sifat bekunya, sebenarnya hangat terkadang tapi hanya satu sampai dua bagian dibanding dari sepuluh bagian hehehehe... “ Everyone is easy but not me ka ” Kata yang terakhir saya ucapkan diliburan ini karena berujung kesal sendiri, tapi malah dijadikan bulan-bulanan mu dan pembahasanmu. Yayaya maaf kalo sering mengesalkan ..... Tidak pernah berniat membuat kesal, tapi kenapa percakapan kita berakhir dengan pertengkaran yang usai kemudian muncul kemudian usai ya gitu aja terus deh pokoknya. Heeeem, tapi anehnya saya suka rindu aja kalo gak tengkar hehehe... Semoga baik-baik saja, sehat selalu ya!!

Dua puluh +++

Februari, 2019  Ibu kota  30 o 2019 , seakan disambut dalam otak saya " welcome to the jungle riz " ... Yayaya.. tahun yang sempat menjadi momok saya ditahun sebelumnya, banyak yang akan diakhiri dan benar-benar baru akan dimulai, telah sampai pada fase dimana sepenuhnya akan bertanggung jawab untuk diri sendiri... Menghela nafas dan menghembuskannya... Sedang berada dimana sesering memikirkan apa yang sudah saya lakukan selama ini  untuk apa dan kenapa? sesering itu mengcompare diri dengan orang-orang sekitar dan semakin lama dipikir akan merasa semakin nothing ... Kemudian terbesit menjadi, apasih yang akan saya lakukan nanti? akan jadi apa saya? bagaimana saya nanti? dimana saya nanti dan lain hal yang masih belum terbayang jelas agar bisa setara seperti mereka... Seperti sudah hampir menuju finish dan akan ikut berlomba lagi untuk babak selanjutnya tetapi saya merasa tidak pernah tahu tujuan akhir saya apa...? Seakan kalimat " Mau tidak mau, siap tida...

Rindu Menjadi Rindu

Gubeng, 30 ° 20.00 Malam ini entah apa yang terbesit dibenak ku,  dalam perjalanan dengan si ulat besi menuju kota apel.. Sebagian hatiku seperti berkata, aku rindu menjadi rindu... Bukan aku rindu kepada siapa atau kepada apa... Tetapi aku rindu menjadi rindu... Tak terasa sudah lama menjadi beku dan   menjadi kuncup... Sesekalinya sedikit mencair dan merekah... kemudian patah dan hancur lebur kembali... Begitu ritmenya hingga sampai pada tumbuh dan terobati... 

Potek :"

Soekarno Hatta 21 ° Malang 22.45 yang patah tumbuh, yang hilang berganti Yang hancur lebur akan terobati Yang terus berulang suatu saat henti Yang sia-sia akan jadi makna Yang patah tumbuh, yang hilang berganti Yang pernah jatuh ‘kan berdiri lagi by: Banda Neira Telah menjadikan yang samar menjadi jelas. Kali ke dua yang kembali meyakinkan saya agar tidak terlalu banyak berharap kepada ciptaan Nya. Semoga lain kali hati dan otak saya tidak egois untuk berjalan masing-masing.... Terimakasih untuk setiap u luran tangan, solusi dan suara pada hari-hari ditahun terakhir saya menjadi sarjana..... :')

Inkonsistensi

Andong Dalam 23 ° Malang 16.50  [I.n.k.o.n.s.i.s.t.e.n.si] Mendekat, lalu menjauh seketika Pergi, kemudian kembali Sebentar ada, sekelebat tiada Akhir-akhir ini saya merasa dan sudah terbiasa menemukan bentuk inkonsistensi. Dimana berjanji tidak lagi sakral, padahal dibalik janji ada hal yang begitu rentan yaitu harapan. Berjanji dan berharap dua hal yang selalu berjalan bersama, tapi entah berujung terlaksana atau hanya sekedar ucapan. Apa yang dikatakan hari ini belum tentu sama dengan aksi yang dilakukan esok atau bahkan berucap dengan siapa pergi dengan siapa...

Don't Expect To Much!!

Merdeka Selatan Jakarta 15.10   " Jika datangmu hanya sekedar mengusir penasaran,  maka menghindarlah,  aku sedang bosan berkawan dengan harapan" Sudah saya ingatkan berkali-kali pada Logika dan Hati, "jangan terlalu sering berkespetasi tinggi pada manusia rizka". Logika mampu berkata tidak berfikir sesuai realita tapi nyatanya, Hati selalu kalah dengan ekspetasi yang berhujung harapan... Sudahilah kebiasanmu,, kamu terlalu rentan dan rapuh untuk segala ekspetasi yang berhujung harapan!!

Mode Rapuh

Brawija ya  20 ° 8.30 Kalian pernahkah merasa baik-baik saja tetapi kalian ingin menangis entah kenapa...? atau Kalian sedang dalam diam tibatiba menangis....? atau Kalian hanya ditanya biasa tetapi tiba-tiba kalian sedih dan menangis ditempat...? Itu yang sedang saya rasakan saat ini,  mungkin saya memang tidak dalam keadaaan baik-baik saja tetapi, terkadang saya pun tidak mengerti ingin memulai bercerita dari mana... Akhir-akhir ini saya merasa sangat sensitif dengan pertanyaan orang-orang mengenai "studi" saya, bahkan kadang saya enggan untuk menjawab pertanyaan mereka. Bukan saya tidak ingin mengabarkan apapun kepada kalian, tapi saya rasa saya yang blm sanggup ketika seusai saya cerita kalian bercerita pengalaman kalian tentang "studi" kalian. Saya tahu semua orang memiliki perjuangan masing-masing untuk menyelesaikan studinya, tapi terkadang saya berfikir kenapa mereka begitu mudah dan saya tidak seperti itu..? Ya begitulah manusia terkad...

Sedang berjuang...

Bumi Arema 23° 21.21 Ketika kau melakukan usaha mendekati cita-citamu, di waktu yang bersamaan cita-citamu juga sedang mendekatimu. Alam Semesta Bekerja Seperti Itu. -Fiersa Besari- Sedikit bercerita menjalani proses yang sedang dilakoni saat ini "bahagianya" menjadi mahasiswa tingkat akhir yang sedang terombang ambing menyusun tugas akhir. Banyak hal yang dapat dimaknai dari proses ini terlepas dari pemikiran sistematis dan idealis untuk merangkai kata menjadi susunan sebuah karya sebagai syarat gelar S1.Skripsi mengajarkan kita "menahan diri" berproses menjadi lebih baik... Saat ini saya menyadari bahwa mengeluhnya saya dulu melewati masa-masa kuliah tidak ada apa-apanya dibanding mengerjakan skrpisi. Sederetan laporan praktikum, PBL, kuliah pengganti, presentasi akan selesai pada waktunya (yang masih dalam proses ini nikmatilah sesungguhnya kalian akan rindu deadline)... B agaimana dengan skripsi...?  Jawabannya melawan diri sendiri, menekan ...

Rasanya....

10.10 Mentari pagi Jawa timur       Pagi ini rasanya jemari ku ingin mengungkapkan sesuatu dilayar 14inc ini, entah apa...., aku juga tak paham. Mungkin karena aku jenuh melihat deretan nama lice, fleas, protozoa beserta kawan-kawannya itu. :") Sedikit kabar dari hati ini,  Rasanya lelah ku sudah sampai puncaknya Rasanya enggan ku sudah sampai pada titiknya Rasanya bahagia ku juga sudah mulai tak seperti dahulu lagi Rasanya jenuh ku sudah mulai bertumpuk begitu tinggi   Sepertinya apa yang kamu harapkan dari hati ini sudah mulai terjadi, mungkin memang ini baiknya       Yap....., aku sudah memulai menata hati ini kembali, menatanya dengan lembaran baru, tidak membuang yang lama tapi hanya sedikit menyingkirkan ke sudut hati ku. Jika ada yang benar-benar tak harus ku ingat lagi maka aku sedang berusaha menghapusnya dan mulai menggoreskan tinta baru yang sesuai dengan hatiku. Kali ini aku ingin benar-benar menata hatik...

Malam terakhir di kota sejuta kenangan :')

Jakarta, Dini Hari. . . . . . Tak terasa tiba juga hari ini. Hari keberangkatan ku menuju kota impian ku " Malang ". Kurang lebih pukul 01.00 dini hari, aku baru selesai mempacking barang-barang ku, ternyata begitu banyak yang ku bawa. Rasanya ingin ku bawa semua barang-barang yang ada disetiap sudut kamarku, entah mengapa setiap barang dikamarku mempunyai kenangan tersendiri untuk ku. Malam ini hingga larut aku juga mengerjarkan sisa-sisa tugas ospek ku, kali ini mamah turut andil membantu ku. Malam ini mamah berulang kali bilang "Besok kayanya bakal ada banjir air mata", aku tau dan aku sadar sedikit raut sedih di muka sosok wanita yang sangat kucintai itu. Bagiku setiap detik malam ini sangatlah berharga untuk bersamanya. Ini malam terakhir ku di kota sejuta kenangan ini, kota kelahiran ku, kota yang mempunyai berjuta cerita dari aku 0 tahun hingga 17 tahun, dan kota yang mengajarkan aku arti hidup serta kedewasaan. Berat memang meninggalkan kota tercinta i...

Semoga selalu senyum tulus yang ada :)

Gambar
Kali ini tulisan ku tertunjuk untuk kamu. Ya kamu yang selalu mendengarkan berapa banyak keluh kesah ku, kamu yang hafal sifat-sifat ku, dan kamu yang berada ketika aku rapuh dan hampir terjatuh. Tulisan berisi serangkaian kata untuk sebuah rasa rindu nantinya yang mungkin sering merasuk dalam pikirkan ku. Puti Melinda Mayang Shara, sahabat tersayaang. . . . Aku mengenalnya sejak kelas 1 SMP hingga kini, dan aku berharap hingga nanti. Awalnya aku mengenalmu sebagai sosok gadis pendiam, tetapi kenyataanya sangatlah tidak. Berawal dari sebuah extrakulikuler aku mengenalnya dekat, saat itu dia ketua extrakulikuler tersebut dan aku salah satu pengurus keuangan. Berawal dari situ kedekatan kami berawal. Tak cukup hingga bangku menengah pertama, dan ternyata kami ditakdirkan bertemu lagi di SMA. Senang rasanya aku berjumpa dengannya lagi. Dan dimulai dari bangku menengah atas lah kami merasakan betapa pentingnya arti sebuah kepercayaan untuk seorang sahabat. Di jenjang ini kami benar-bena...

Meruntuhkan atau Diruntuhkan? :'

Sepertinya pertanyaan itu yang tepat untuk aku saat ini. Bertahan dan menunggu diruntuhkan dengan orang lain atau mengambil keputusan dan meruntuhkan diriku sendiri? Dua hal yang menurutku sulit untuk diputuskan a tau memang aku yang belum cukup dewasa dan mengerti diriku sendiri.  Dua hal yang membuatku berlarut-larut dengan suasan hati yang tak menentu. Dua hal yang membuatku terlihat seperti anak kecil yang dengan mudah menetaskan air mata. Ingin rasanya aku cepat menyelesaikan semua ini memilih diantara dua itu. " Hai rizka. . . . . . kamu bukan anak kecil lagi yang belum bisa menentukan mana yang baik untuk dirimu!! Kamu sudah menjadi seorang mahasiswi kamu sudah bisa menentukan yang mana yang baik untuk dirimu. Semua itu pilihanmu riz! " Rasanya kata-kata itu yang terngiang dipikiran ku ketika tingkat bimbang ku hampir maksimal. Sudah banyak yang meminta ku memberi tahu ku entah sahabat ataupun teman untuk "mengistirahatkan hatiku sejenak dengan satu hal it...