Postingan

Menampilkan postingan dengan label Dear you

Lemah!!

Februari '19 Malang, 00:07 rizka rizka..... Seolah sihati menggeleng dan terheran kemudian berbicara kamu terlalu " lemah!! " berulang kali terjatuh-jatuh dan jatuh, berulang kali remuk redam, berulang kali hancur sehancur cur curnya dan berulang kali lainya... selalu lagi dan lagi muncul tunas harapan yang kamu bibit sendiri... Hey riz... Gunakan logikamu sedikit jangan terus menerus rasa mu yang bekerja. Lagi dan lagi dinding runtuh hanya dengan secuil kalimat permohonan .. :")?

Yang pernah singgah

Bhaskara Tengah , 29 0 20.40 Tak sengaja beberapa hari lalu saya melihat sebuah unggahan foto lewat media sosial yang sangat kekinian saat ini menjadi sebuah story. Lantas otak saya tiba-tiba memutar segala hal yang pernah menjadi sesuatu yang manis tanpa terkecuali. Setelah beberapa saat tertegun menjelajah dalam pikiran, seperti tiba-tiba saya memberi perintah “stop riz, jangan kau lanjutkan”. Saya tahu terlalu banyak guratan yang tersisa setelah hampir empat tahun berlalu, kemudian berjarak menemukan pelabuhan baru masing-masing dan kemudian dapat berbincang kembali.  Beberapa kali saya mencoba berlabuh kemudian singgah dengan menjadikan kesalahan-kesalahan saya yang sifatnya sangat kau benci menjadi sebuah intropeksi diri buat saya untuk memperbaiki, nyatanya kapal masih harus tetap berlayar kembali terombang-ambing pada ombak. Aaah sudahlah terlalu rumit untuk diingat tentang apa yang terjadi beberapa tahun lalu. Saya akui kau masih menjadi tempat cerita ...

Satu tingkat lebih

Dalam sejuknya kota apel Entah apa lagi ini, entah percekcokan apa lagi malam ini..... Mungkin iya salahku karena kamu selalu benar!! Apa sih sebenarnya aku ini dalam hadapmu..?? kadang begitu halus tutur mu,  kadang begitu tajam pula tutur yang dirimu lontarkan.  Apa ini artinya aku harus belajar lagi untuk;  satu tingkat lebih sabar satu tingkat lebih kuat satu tingkat lebih mengerti  satu tingkat lebih dewasa satu tingkat lebih halus  dan satu tingkat lebih lainnya   Tapi dalam doaku,   aku cuma mohon   " s atu tingkat lebih kamu menghargai,  sebagai apapun itu aku dihadapmu " "yang belum lelah untuk menyebutmu dalam doa"

Hello 12 juni....

Sore hari, Kota Kenangan Waktu terus berputar, tak terasa sudah kembali bertemu lagi dengan tanggal 12 juni. Iya 12 juni tanggal yang masih special dalam sudut hatiku. Rasanya baru kemarin aku mengenalmu lebih dekat tapi ini sudah 12 juni yang kedua kalinnya untuk mengenalmu lebih dekat. Walaupun 12 juni ini entah apa sebutannya tapi bagiku rasa 2 tahun lalu masih sama sampai hari ini, entah rasamu bagaimana. Tapi kuatku masih bertahan untuk satu rasa itu. Hey satu nama pendukung red devil yang selalu ada dalam bait doaku. Doaku masih sama untuk satu nama yang tak henti aku sebut. Mungkin kamu sudah banyak memberiku nasihat orang lain yang lebih baik darimu, tapi apa daya rasaku masih tetap mengalir untukmu. Untuk 12 Juni kedua kalinya ini, aku hanya memohon kepada yang maha membolak-balikan hati. Selagi kuatku bertahan untuk yang tebaik dan itu kamu aku hanya mohon kuatkan segala rasa, jiwa dan seluruhnya, jika kuatku sudah berubah menjadi lemahku aku hanya minta bantu aku untu...

saat ini :'

Terlalu lelah untuk bertahan  tetapi terlalu cinta untuk melepaskan Dan cinta adalah kuat ku untuk bertahan tetapi Apakah kuatku  masih dihargai?

Apa kabar hatinya rizka?

Jakarta Sore hari, diiringi kelamnya langit      Sudah enam bulan kurang lebih semenjak kejadian yang aku sama sekali tidak ingin mengingatnya, tapi apa daya kejadian itu selalu ada dalam sel-sel otak ku. Kejadian yang sama sekali tidak indah menurut ku. Sejak kejadian itu apa kabar hatinya rizka saat ini? Goresan yang makin banyak atau Goresan yang hampir hilang atau mungkin hatinya rizka sudah sembuh? Dari hatinya rizka:      Bukan kesembuhan yang ku dapat setelah meninggalkan kota kenangan itu, tapi kayanya goresan yang aku buat sendiri membuat goresan dihati ku makin banyak. Rasanya hanya jiwaku yang berada di kota apel selama ini, tapi semua rasa hati ku masih tertinggal di kota kenangan itu. Ya untuk siapa lagi semua rasaku yang tertinggal kalau bukan untuk satu orang itu. Entah rasa apa yang sudah ia buat untuk hati ini tapi rasanya sulit sekali melepaskannya. Sebenernya aku hanya ingin rasa yang berlebih ini menjadi rasa yang biasa itu...

H-2, Bersamamu :')

Jakarta, 22 Agustus 2013 16.00 - 21.00 Terkhusus untuk kamu lagi yang selalu ada dalam setiap bait doa ku. . . . . Ku hempaskan tubuhku kedalam kasur mungil ku,sejenak aku menarik nafas panjang. Hari ini aku berjumpa lagi dengan mu, kamu yang selalu mengisi setiap sel diotak ku. Aku berjumpa dengan mu untuk pamit menggapai mimpi ku. Hari ini wajah mu tak seceria biasanya kektika ita berjalan bersama, padahal aku sangat rindu itu. Mungkin karena status ku yang sudah berbeda kali ya?  Seperti biasa ketika aku menaiki kuda besi mu, kamu langsung membuka kaca helm mu dan bertanya " mau kemana kita?" seperti biasa pula aku mengatakan "Terserah" dan ketika aku bilang itu kamu pasti menjawab "aku gak mau jalan atau aku anterin pulang kalo kamu gak nentuin mau kemana" akhirnya aku yang memutuskan kemana. Percakapan itu sudah seperti sesuatu yang otomatis ketika aku dan kamu berjumpa, semoga next time aku masih mendengarnya. Kali ini aku memilih meno...

Mungkin memang ini jalannya :""

Jakarta, 17 Agustus 2013 Tulisan ini ku tuliskan khusus untuk kamu, penggemar "the red devils", pencinta games, mahasiswa elektronika kritis, dan sosok kaka yang selalu dewasa. Serta tak lupa satu nama yang selalu ada dalam hari-hari dan doa ku. Malam itu, tepatnya setelah pertemuan singkat itu ku hempaskan tubuh ke dalam peraduan ku. Ingin rasanya aku berteriak sekencang mungkin malam itu tapi tak mungkin ku lakukan dan aku hanya mampu mengeluarkannya lewat butiran itu lagi. Tak terhitung sudah beberapa banyak butiran itu keluar dan membasahi pipiku beberapa bulan terakhir ini. ~ Hari ini aku bertemu denganmu lagi, senang rasanya melihat raut muka mu lagi. Tapi pertemuan ini tak seperti biasanya hanya aku dan kamu . Tapi ada dua orang lain dibalik pertemuan ini. Jujur banyak rasa gelisah ketika ingin bertemu mu hari itu. Karena aku tau apa keputusan terburuk hari itu. Nyatanya itu benar terjadi dan benar-benar terjadi. Ingin aku menampar pipiku dan menyadarkan kalo ini ...

H-20 :'

Aku menghela nafas, seolah begitu banyak beban di hatiku. Nyatanya memang berat untuk aku. Tak terasa sudah hampir H-20 aku akan meninggalakn kota kelahiran ku menuju kota impian ku. Tapi rasanya beban dihatiku makin berat. Makin hari bukan kekuatan yang aku dapatkan tapi rasanya begitu banyak ketakutan yang menghampiri aku. Rasanya misi ku untuk menyimpan namamu dalam kotak dan menaruhnya dipaling pojok hatiku belum bisa terealisasi sampai saat ini. Makin hari makin banyak sel-sel otak ku yang menyimpan namamu , makin hari makin kuat rasanya kamu menggengam hatiku dan makin hari juga rasa rindu itu makin menusuk tubuhku. Aku berupaya menjadikan kamu resesif di otak ku, tapi nyatanya kamu selalu dominan. Aku berupaya melepaskan genggaman hati mu, tapi nyatanya aku tak sanggup. Upaya ku mengobati luka rindu mu pun gagal yang ada luka itu makin hari makin menjadi. Aku menghela nafas sekali lagi, aku hanya ingin ketika aku datang ke kota impian ku, kenangan bersamamu tak lagi membuat r...